Rabu, 23 April 2008

perjalanan bermusik yang terhempas....part 2 (habis)


Oke lanjut….setelah Riwed vakum istilah kerennya….hehheheheh…padahal sih bubar gw akhirnya ngebentuk Band yang benama ARISTOTELES, yang beranggotakan gw tetep sebagai Bassist, Ijods Guitarist 1, QQ Guitarist 2, Leo Drummer dan Budhi alias Adhit Vokalist, band ini lumayan lama umurnya sekitar dari th.1993 – 1999, adapun banyak pengalaman yang gw dapatkan dan pelajaran bermain bass di dalam band ini karena salah satu gitarisnya adalah orang dimana yang menginpirasikan gw untuk bermain musik yang mana notabene sekaligus sebagai guru bermain gitar gw dan gitaris 2 band ini, banyak suka duka yang gw alami bersama band ini, mulai dari persaingan berebutan wanita antara gw dengan salah satu personilnya tut…tuttttt…(of the record hehehheh…), sampe pembuatan materi demo album dan konser-konser di berbagai ajang…., band ini sama sepertinya Riwed band, membawakan lagu – lagu Sweet Rock dan Top 40 serta sedikit lagu-lagu Heavy Metal, terbentukanya band ini awalnya karena keisengan kita-kita yang saat itu sedang jenuh dengan band-band masing-masing, karena sebelumnya dari kita semua bebeda-beda aliran di band masing-masing, sebut saja gw dan QQ yang sebelumnya suka membawakan lagu-lagu yang beraliran Slow Rock, Budhi dengan band sebelumnya lebih suka membawakan lagu-lagu Pop , serta Ijods yang sebelumnya selalu membawakan lagu-lagu Metal dan Trash, serta Leo yang suka akan lagu-lagu Pop Rock, bersama band ini kami mencoba saling memahami satu sama lain selera musik kami masing-masing, walaupun kadang tanpa disadari kita masih suka mengeluarkan ego-ego masing-masing…..

Konser pertama band ini di ancol dilapangan Ex. Sirkuit pada acara RABO ROCK ON THE BEACH yang diselengarakan rutin oleh pihak Ancol bekerjasama dengan Studio 25 sebagai pencari band-band pendatang baru, dan kita saat itu cukup bangga sekali bisa berpartisipasi dalam acara ini, dan dalam acara tersebut kita membawakan 3 buah lagu yaitu : Lagunya Skid Row yang judulnya ‘ 18 and Life ‘, lagunya ROXX yang judulnya ‘Gontai’ dan lagu terakhir lagu kita sendiri yang gw ciptain judulnya ‘ Lupakanlah…’, ini ada cerita lucu saat acara belum dimulai saat kita lagi pada check sound, gitaris kita mainin intro lagunya Roxx yang judulnya Gontai…tiba-tiba para penonton yang tadinya masih pada duduk-duduk di pinggiran taman area tersebut, pada berhamburan merapat kebibir panggung sambil berteriak histery dan tepuk tangan……temen gw panic dan respect bilang blom-blom acaranya blom dimulai ini baru check sound….hehehhehhehe….seru banget deh pokoknya, kita liat para penontonnya yang sangat antusias sekali menyaksikan acara tersebut walaupun acara belum dimulai…., sampe akhirnya saat acara dimulai kita mainnya enjoy bangets….karena kebetulan kita menjadi band pembuka dalam acara tersebut….asal lo-lo pada tau aja ya padahal kita main diacara even sebesar itu kita cuma dibayar Rp.75.000,- gileeeeeeee betul murah banget ya…, walaupun itu th.1992 sangatlah murah…tapi kita tetap enjoy aja….menikmatinya hehhehehe…..padahal uang tersebut Cuma cukup buat isi bensin mobilnya QQ dan biaya latihan 2 jam kita di studio sebelum manggung but….kita tetep enjoy…………

Setelah acara tersebut kita makin PD nge-band, dan kita mulai mencoba bikin-bikin lagu sendiri, lagu pertama yang kita cipatain adalah ’ Lupakanlah…’, lagu ini liriknya kebetulan gw yang menulisnya, lagu ini bercerita tentang orang/individu yang merasa patah hati setelah putus cinta, dan lagu ini menyarankan kepada mereka yang mengalaminya untuk melupakan semua yang telah terjadi, dan bangkit untuk menatap hari esok yang lebih cerah, sedangkan arrasementnya sendiri kita kerjakan secara keroyokan, lagu ini durasinya lumayan lama hampir mengapai 60”, cukup panjang untuk ukuran sebuah lagu, maklum dilagu tersebut kita masih terlalu egois, dengan banyak memakai intro yang lumayan cukup panjang, dan hampir disetiap jeda lagu terdapat intro dan melody yang cukup membawa kita sedikit boring hehhehhe bagi pendengar yang tidak suka akan musik cadas…

Setelah lagu pertama jadi kita mulai menciptakan lagu2 selanjutnya yang berjudul antara lain :’ Damai ‘ yang bercerita tentang perang, saat kita menciptakan lagu ini kebetulan sedang terjadi perang teluk, ‘ Love For You ‘ hohoho lagu ini sangat melekat sekali dengan diri gw hehhehhe, karena lagu ini bercerita tentang ungkapan cinta yang tertuang dalam lirik lagu tersebut, walaupun yang menulis lirik bukan gw, tapi hhhmmmm (of the record dech…), dan selanjutnya lagu ‘Murka’,’Ambisi’,‘Kenangan’,‘Overtake’,‘The Only Way’, ‘Masa Bodo’, ‘Kisah Lalu’, ‘Find a Girl’, lagu2 tersebut pernah kita rekam secara LIVE, rencananya hanya untuk acuan mematangkan arrasement musiknya, istilah kerennya DEMO lah tapi secara LIVE, saat itu kita ambil 1 shiff (4Jam) untuk ngeTrack semua lagu tersebut gile yeee….1 shiff bisa menghasilkan 12 lagu canggih….banget….!!!, walaupun hasilnya kurang maximal karena terlalu dipaksakan so not bad lah…..kalau hanya untuk sekedar iseng dan buat kenang2an….biayanya sendiri kita buat demo tersebut Cuma Rp.40.000,- perak th.1994 murah banget ya….hhhhhehhehehhe…..

Lagu-lagu tersebut sering sekali kita bawakan disaat kita latihan dan konser-konser kecil seperti acara 17agustusan, sunatan dan acara lain2nya, ya lumayanlah lagu2 tersebut bisa diterima oleh rekan-rekan kita sendiri diwilayah kita, dan memang saat itu sedang ngetrend lagu-lagu yang bertema rock cadas…..tapi gak tau kalau lagu2 tersebut diperkenalkan saat ini, bisa2 kita ditimpukin kalau membawakan lagu2 tersebut dalam acara 17 agustusan huhhahhahah……secara sekarang lagi ngetrend lagu2 melow….

Setelah kita merampungkan project demo tersebut, kita mulai merambah ikut festival2 musik, walaupun gak juara tapi cukup memberikan pengalaman yang berharga bagi kita, sampai akhirnya setahun berlalu kita kembali di telp oleh Studio 25 Production untuk kembali bermain di acara RABO ROCK ON THE BEACH, kali ini kita bermain di panggung yang lebih besar di pantai carnival, dimana panggung tersebut 1 minggu sebelumnya dipergunakan oleh BON JOVI mengelar konser mereka yang bertajuk Cross Road, disini kita dijadikan band pembuka dari band2 senior yang akan tampil pada acara tersebut, kita membawakan 3 buah lagu diantaranya 2 lagu milik kita sendiri yang berjudul ‘ Damai ‘ dan ‘Lupakanlah’ dan 1 lagu lagi milik Fire House yang berjudul ‘ When I Looking To Your Eyes’ , disini bayaran kita lumayan naik 100% dari sebelumnya, kita dibayar Rp.150.000,- ya lumayan lah bisa buat makan-makan kita bersama….

Setelah kita manggung tersebut selang beberapa bulan kita focus untuk mereview lagu-lagu yang telah kita rekam sebelumnya, disini mulai terjadi perselisihan dalam mendalami selera musik kita masing-masing, akhirnya karena banyaknya perbedaan antara satu personel dengan personel lainnya, mulailah kita berada dalam titik jenuh dan vakum untuk beberapa waktu, hal ini juga sedikit disebabkan oleh pindahnya salah satu gitaris kami ke luar negri karena meneruskan sekolah, tapi hal ini tidak terjadi cukup lama, gw mencoba membangkitkan kembali asa gw untuk meneruskan band ini walaupun hanya dengan 1 gitaris tersisa dan drummer kita yang mengundurkan diri karena lebih memilih bekerja dari pada ngeband, akhirnya kita merekruit seorang drummer yaitu Magi teman SMAnya Ijods, disini kita memulai kembali mencoba mengais asa kita mengidupkan kembali ARISTOTELES dengan warna yang baru, suatu hari gw dan Ijods iseng mendengarkan salah satu radio yang lumayan ngetop saat itu yaitu radio SK dalam acara SK MRock Unplugged yang di Host in oleh Nugie, dan gw iseng menelpon untuk ikutan dalam acara tersebut ech….masuk dan kita dapat jadwal untuk audisi 1 minggu setelah acara tersebut, dan setelah audisi malamnya langsung diumumkan alhamdullilah band kita yang lolos untuk menjadi bintang tamu acara tersebut untuk minggu depannya, wah….saat itu kita sanggat bangga sekali bisa main secara live di radio SK tersebut dan menjadi bintang tamu sekaligus diwawancarai lagsung oleh Nugie yang notabene adalah salah satu penyanyi Rock Cadas saat itu, dalam acara tersebut kita membawakan 5 lagu selama 1 jam diselinggi wawancara, adapun lagu-lagu yang kita bawakan adalah lagunya This Perfect Day yang judulnya ‘ Never Again’, Def Leppard ‘ When Love And Hate Collides ‘, PAS Band ‘ Mountain’, dan 2 lagu milik kita sendiri yang berjudul ‘ Love For You ‘, dan ‘Kenangan’, gw inget banget lagi pertama kali ketemu Nugie dia menyapa dengan ramahnya sambil berucap ‘ hi apa kabar….? Wah gitarnya keren-keren nih kayaknya modal banget….. kayak anak band sungguhan…. (maksud dia band yg udah mapan hhehhehe)’, sambil dia minjem gitar yang gw bawa dan dia nyobain…..setelah itu dia ngebriff sebentar tentang konsep acaranya sambil nawarin kita minum, karena saat itu kita masih lugu dan kaga enakan kita Cuma mesen es teh manis hehhehehhehe…karena masih jaim yang nawarin seorang Nugie hehhehehe…..

So setelah acara tersebut kita tetap latihah seperti biasa sambil menggarap/merapihkan arrasement lagu-lagu kita, tapi karena banyaknya perbedaan visi diantara kita dan karena kesibukan kita yang saat itu sudah mulai pada bekerja akhirnya ARISTOTELES benar-benar VAKUM dan tengelam sampai saat ini…hanya tinggalah sebuah kenangan yang gak bakal gw lupakan sampai kapanpun……so gw tetap bangga dengan apa yang pernah gw alamin bersama band ini, karena banyak suka dan duka yang gw alamin bersama band ini, yang tidak dapat gw ungkapkan secara rinci……

Thank you so much guys…untuk yang udah meluangkan waktu ngebaca tulisan gw ini….[for ex ARISTOTELES member…U’re ROCK dude….!!!]

By: Denny ‘RIWED’ Harsono

Senin, 21 April 2008

perjalanan bermusik yang terhempas....


Hi all, Cuma mau berbagi pengalaman pribadi aja, mengenai perjalanan bermusik gw yang terhempas ditengah jalan….….ihihiiiikkk…kasian ya….

Gw mulai suka bermain musik sejak SMP kelas 3, tapi punya keinginan untuk bermain musik sejak SD kelas 5, berawal saat main ke rumah seorang teman sebaya masa kecil {Ijods namanya) sat itu gw sedang main kerumahnya dan saat gw masuk ke kamarnya dia, dia sedang memengang gitar sambil mendengarkan tape recorder tempo dulu, gw pertama kali liat dia bingung sambil menggumam dalam hati, “ ngapain juga nih orang main gitar sambil bolak balik ngerewind lagu dalam tape recorder…?”, saat itu gw hanya diam memperhatikan kegiatan yang dia lakukan, setelah beberapa saat gw diam, akhirnya gw ngerti juga ternyata dia lagi ngulik lagu, kalau gak salah denger waktu itu dia lagi ngulik lagunya E U R O P E yang judulnya ‘The Final Countdown ‘, kalau gw pikir-pikir sekarang gile bener tuh temen gw masih kelas 5 SD udah ngulik lagu Heavy Metal abizzz…..bro….

Sejak saat itu gw mulai suka ama musik-musik yang beraliran CADAS untuk sebutan musik ROCK jaman dulu hehhehhe…, gw sering nonton band-band daerah gw pondok bamboo konser setiap 17 Agustusan (jah main di 17 agustusan di bilang KONSER kedubrax……hhhehhehe…), maklum saat itu hiburan band yang ditunggu-tunggu ya cuma 17 agustusan , gw liat band senior gw saat itu manggung di hajatan 17 agustusan saat gw SD kelas 6, nama bandnya gw lupa…yang gw inget dia bawain lagunya SKID ROW yang judulnya ‘ I Remember You ‘, saat itu gw sangat terpukau sama Vokalis sekaligus rytem gitarnya namanya kalo gak salah biasa di panggil bang Barry, dia abangnya temen gw…saat itu lagu yang dia bawain sebelumnya gw kaga kenal, tapi setelah itu gw baru tau kalo itu lagunya SKID ROW, dan gw suka banget ama lagu tersebut, sampe akhirnya kemarin pas SKID ROW live konser di ancol gw bela-belain nonton dan akhirnya kesampean juga liat SKID ROW main langsung didepan kepala gw sendiri bawain lagu ‘ I Remember You’ walaupun personilnya udah kaga original seperti dulu, dan gitaris ke 2nya main gitarnya rada sedikit fals saat bermain di Accoustic Gitarnya di awal-awal intronya hhehehhehe…but secara keseluruhan sih Not Bad lah…..

Menginjak SMP kelas 2, gw mulai suka-suka lagu-lagu Pop, tapi mungkin ini pengaruh dari teman sebangku gw juga kali ya… yang tiap hari nyanyiin lagunya Tito Soemarsono yang judulnya ‘ Selalu ‘, akhirnya secara tidak langsung gw terinfluence juga hhehehhehe…. Pada saat itu gw liat temen-temen gw sering bawa gitar ke sekolahan, dan tiap istirahat selalu nyanyi2 bareng, dan selalu ada yang pamer kaset baru dikelas, berhubung saat itu uang jajan gw kaga cukup dan kaga mampu beli kaset, gw cuma jadi penggamat aja saat temen-temen gw pada pamer kaset baru, gw inget betul waktu itu salah satu temen gw ngeluarin kaset sembunyi-sembunyi dari tasnya, sambil lirik kanan lirik kiri, trus ada yang nyeletuk “ sebenarnya lo bawa kaset apa sih....kok takut-takut gitu …?,’ trus dia jawab ssssttt….! Ini kasetnya GNR LIES mini albumnya GNR….!’, trus temen gw nimpalin lagi, ”kenapa lo mesti takut….? Yeee…lo liat dong nih Covernya…! {sambil ngeluarin sampul albumnya), semua yang ada di situ terbelalak lebar pas sampul albumnya dibuka, gile bener ada gambar cewe bugil tapi disensor dan gambar-gambar yang lainnya juga lumayan seronok…..secara waktu itu gw SMP liat yang begitu aja udah pada ngos…ngos…an hehhehehhe…., kalo sekarang mah udah kebal bro…..…

Akhirnya mulai saat itu hasrat gw bermain musik makin mengebu-gebu dang w mulaii belajar main gitar…., dan mengijak SMP kelas 3 mau masuk SMA gw beli gitar di pasar rumput seharga Rp.30.000,- perak…gile murah banget kalo ya di kurs sekarang hehhehehe…., gw beli Merknya kaga jelas karena abal-abal, pengennya sih beli merk YAMAHA, berhubung duit itu juga boleh ngumpulin saat abis dapet tangokan lebaran hehehheheh…jadinya cuma cukup buat beli yang merk abal-abal…..

Dan mulailah saat itu gw belajar gitar ama temen gw yang waktu itu gw liat pertama kali lagi ngulik lagunya E U R O P E, si Ijods…., lagu pertama yang gw pelajari adalah permainan bassnya lagunya GNR yang judulnya ‘Sweet Child O’Mind ‘, secara waktu itu lagu itu lagi booming bangets….!!!, dan si Ijods juga lagi ngulik tuh lagu buat ngeband, saat itu gw cuma baru2 belajar main gitar, tapi si Ijods udah mulai ngeband ama temen-temen gw yang lain dan gw hanya sebagai tim pengembira aja……

Masuk SMA gw udah mulai-mulai ngeband waktu itu Band pertama gw adalah RIWED Band, filosofi nama RIWED itu sih sebenarnya dari kata RIBET yang di plesetin ama temen-temen gw, dan juga gw yang singkatannya adalah RahasIa Wanita Enak Dinikmati hehehehheheh….garing banget ya…., saat itu RIWED beranggotakan 5 personil, Gw main Bass, QQ (sekarang gitaris Mr.X) Lead Guitar, Alm. Iyan Kabul Rytem Guitar, Alm. Budi Kubil Drum, dan Daniel pada Vokal, lagu-lagu yang kita bawaiin adalah lagu Sweet ROCK sebangsa dan setanah air…walah apa sih nih jadi ngawur nulisnya, : Fire House, Slaugthers, Stillheart, Skid Row, SAS band local (Arthur Kaunang bokapnya Thesa Kaunang Band), dan konser pertama kali pas biasa acara tahunan 17 agustusan, bawain 2 lagu yaitu lagunya Fire House yang judulnya ‘Love Of A Life Time’ dan S.A.S yang judulnya ‘ Suminah ‘, setelah bertahan beberapa bulan dengan formasi ini, akhirnya ada perubahan posisi pada Drum dimana Alm. Budi Kubil digeser posisinya oleh Alm. Iyan Kabul yang notabene sebenarnya adalah adik kandung dari Budi sendiri yang awalnya memang lebih berminat bermain Drum dari pada gitar, dan tidak berapa lama sang Vokalis juga mengundurkan diri dan di gantikan teman SMA gw yang bernama Bobby, tapi posisi ini juga tidak lama, Karena Alm. Iyan Kabul merasa visi bermusiknya berbeda dengan kita-kita ini dan akhirnya dia mengundurkan diri juga, karena dia lebih cenderung menyukai musik-musik beraliran PUNK ROCK dan sejenisnya seperti Sex Pistols, Ramones, Ugly Kid Joe dan etc…padahal kita sudah mencoba mengikuti keinginan dia untuk membawakan lagu-lagu tersebut dan sempat konser sekali di acara halal bihalal, bawain 3 lagu seperti biasa lagu handalan kita atau boleh dibilang lagu kebangsaan yaitu dari Fire House : ‘ Love Of A Life Time’, UKJ : ‘ Everyting About You’, dan Sex Pistols : ‘ Anarki in the UK’, gile yeeee halal bihalal sih bawain lagunya Sex Pistols….kacau betttttttt….!, ga berapa lama dari acara konser tersebut RIWED vakum karena ditinggal Drumer kita yang lebih memilih ngeband dengan teman-teman sekolahnya dia…dan akhirnya RIWED sampai saat ini hanya menjadi band Pertama gw yang selalu gw kenang, karena dulu lagi jamannya sekolah temen-temen gw sempet mengganti nama gw menjadi Denny Riwed….., sampe pernah sahabat gw kirim kartu lebaran memakai nama tersebut…., gw pribadi sih bangga memakai nama tersebut, karena memang saat itu lagi ngetrent nama band-band TOP pastinya selalu dipakai untuk nama belakang personilnya, sebut aja seperti Kaka Slank, Pay Slank, Trison Roxx hehheheh….walaupun band gw bukan band Top …..TAPI….bokap gw marah betul pas dia liat nama gw diganti-ganti di kartu lebaran tersebut…..ya tau sendiri kan yang namannya orang tua pastinya gak suka kalau nama yang udah mereka berikan dengan suatu pengorbanan diganti-ganti seenaknya….. bersambung……

Selasa, 08 April 2008

Sakit Jantung dan Minum Air Hangat....

Artikel ini sangat bagus. Tidak hanya mengenai minum air hangat setelah makan, tapi juga tentang serangan jantung. Ini masuk akal... orang Cina dan orang Jepang minum teh panas dengan makanan mereka.. bukan air dingin.. mungkin sudah waktunya kita mengadaptasi kebiasaan minum air hangat seperti mereka..

Ga rugi.. malah untung..

Untuk mereka yang suka minum air dingin, artikel ini cocok untuk anda.

Memang enak untuk minum secangkir minuman dingin setelah makan. Tapi, air dingin akan mengeraskan makanan berminyak yang baru saja dimakan. Dan memperlambat pencernaan makanan. Ketika endapan ini bereaksi dengan asam lambung, endapan akan terpecah dan diserap oleh usus lebih cepat daripada makanan padat. Ini akan memenuhi usus. Sebentar saja, ini akan berubah menjadi lemak dan bisa mengakibatkan kanker.

Paling baik meminum/memakan sup panas atau air hangat setelah makan.

Catatan serius mengenai serangan jantung: Tidak semua gejala searngan jantung adalah sakit pada lengan kiri. Waspadalah jika ada rasa sakit yang terus menerus pada rahang.

Mungkin kita tidak akan mengalami rasa sakit dada pertama ketika terjadinya serangan jantung. Rasa mual dan keringat yang berlebihan juga adalah gejala yang umum dijumpai. 60% dari mereka yang terkena serangan jantung ketika tidur tidak terbangun.

Rasa sakit di rahang bisa membangunkan kita dari tidur nyenyak. Berhati-hatilah dan berwaspada. Semakin banyak kita tahu, semakin baik kesempatan kita untuk selamat.

Seorang ahli jantung mengatakan jika mereka yang mendapatkan email ini mengirimkannya lagi ke 10 orang lainnya, kita bisa menyelamatkan sedikitnya 1 nyawa. Bacalah, ini bisa menyelamatkan hidup anda

Jadilah teman sejati dan kirimkan artikel ini ke semua teman yang kamu sayangi.


Enjoying your day and take care !

Senin, 07 April 2008

Strategi Baru Label Rekaman "Membunuh"Artis-Artisnya

Guys......gw dapet tulisan ini dari salah satu mailist ..... udah lumayan lama sekitar 3 bulan yang lalu, tapi karena baru sempet gw posting di blog gw ini, ANYWAY....ini hanya sebagai refrensi saja, untuk kalian-kalian yang serius menekuni bisnis di dunia rekaman, mungkin akan sanggat membantu dan bermanfaat......, tergantung anda menyikapinya dari sisi mana...?, menurut gw pribadi sih...sah-sah saja apabila pihak label memprotect abizz....artis-artisnya karena begitu ketatnya persaingan bisnis musik untuk era sekarang....dan gw percaya dimanapun kita bernaung baik dibawah salah satu label ataupun jalur indie pastinya semua sama-sama punya kans masing-masing...... oke selamat menikmatinya.....

"Teman-teman, kita sudah sampai di era baru industri musik.

Era dimana label rekaman melancarkan strategi terkejam dalam sejarah industri musik di tanahair: Menguasai artis dengan jalan mengelola karir mereka. Istilah populernya mereka melakukan ekspansi bisnis dengan cara membuka divisi Manajemen Artis di label rekaman.

Gue adalah salah seorang yang nggak setuju dengan berdirinya manajemen artis dalam sebuah label rekaman. Gue punya argumentasi yang kuat untuk ini. Label rekaman itu INKOMPETEN untuk urusan manajemen artis dan nantinya gue yakin malah bakal merusak tatanan industri musik yang selama ini otonom dari tiga belah pihak terkait (artis, manajemen, label).

Bisnis utama label rekaman adalah jualan kaset, CD, RBT, dsb. Semua yang berhubungan dengan rekaman musik. Dari nama saja sudah jelas: Perusahaan Rekaman! Akhirnya ketika mereka membuka divisi baru (Artis Manajemen) gampang ditebak kalo kerepotan dan berbagai kebodohan dalam urusan manajerial artis bakal terjadi di sana. Mulai dari SDM yang mereka miliki butut hingga praktek-praktek jualan band yang obscure. Karena mereka masih "belajar" maka jangan cari profesionalisme manajemen artis di dalam major label :)

Conflict of interest tingkat tinggi juga bakal terjadi di dalam band ketika manajernya bingung harus membela kepentingan yang mana nantinya (artis atau label?). Secara manajer lama kemungkinan besar bakal "digaji" oleh label dan nanti hanya akan menjadi sub-ordinat dari manajemen baru.

Gara-gara pembajakan musik yang makin gokil (bahkan konon direstui negara) dan menurun drastisnya penjualan album fisikal, akhirnya mereka mengambil jalan pintas mendirikan manajemen artis yang ujungnya lagi-lagi merugikan artis nantinya. Label bukannya bersatu memerangi pembajakan namun malah berkomplot untuk mengeksploitasi artis habis-habisan agar mereka bisa terhindar dari kebangkrutan.

Biarkan artis yang bangkrut, tapi jangan labelnya! Kira-kira kasarnya begitu. Sekali lagi artis adalah obyek penderita nomor satu nantinya.

Setelah kecilnya nilai royalti mekanikal di Indonesia, statistik penjualan album yang manipulatif, dilarangnya artis bergabung dengan KCI oleh ASIRI (atau diminta keluar dari KCI jika telah bergabung) maka penindasan terhadap artis akan datang lebih kejam lagi nantinya. Detailnya kira-kira seperti di bawah ini.

Ini prediksi yang bakal terjadi di masa depan dengan "artis-artis baru" yang kontrak dengan major label yang memiliki divisi manajemen artis:

- Masa depan karir band baru akan tergantung dari label rekaman, bukan berada di tangan manajemen lama atau artisnya sendiri.

- Tumpulnya peran dan kontrol manajemen artis yang lama dalam membela kepentingan-kepentingan artis. Manajemen lama akan menjadi sub-ordinat dari label dan kemudian hanya berfungsi sebagai baby-sitting artis. Semua fungsi kontrol dan decision making artis akan terpusat kepada label sebagai investor. Manajer lama tidak punya hak karena mereka tidak invest apapun. Kemungkinan besar mereka akan disingkirkan dengan jalan "pembusukan". Mempengaruhi artis dengan iming-iming kesuksesan di industri musik.

- Kontrol yang sangat ketat dalam proses kreatif dan menciptakan musik berakibat hilangnya idealisme artistik & estetis karena artis hanya akan diperbolehkan menciptakan musik-musik yang tengah disukai oleh pasar yang tidak cerdas. Sejuta band mirip Kangen Band diprediksi akan membajir di industri musik kita :)

- Berkurang secara signifikannya pemasukan bagi artis karena mereka harus share profit selain dari royalti mechanical, live show, merchandise, touring, advertising, publishing dan sebagainya. Hal yang belum pernah terjadi sebelumya. It's a very big, big, big LOSS, ladies & gentleman!

- Buruknya lagi, kalau artis baru nanti terlalu blo'on, maka tingkat eksploitasi akan diperkejam lagi hingga nama band dipatenkan oleh label, internal band akan dikontrol langsung pihak label, penggelapan royalty, sales report yang culas hingga berlakunya sistem bodoh dengan label menggaji para artis. Jika selama ini kita memandang artis sebagai seniman dengan talenta yang tidak ternilai maka selanjutnya kita akan dipaksa memposisikan artis tak lebih dari "kuli musikal."

Strategi "mega-eksploitatif" ini memang hanya diberlakukan bagi band-band baru yang ditawarkan kontrak rekaman oleh major record company. Contoh paling konkret misalnya terjadi pada Nidji, Letto (Musica), The Changcuters, St. Loco, Vagetoz (SonyBMG Indonesia), Kangen Band (Warner), Tahta (EMI), dsb. Semuanya memang memiliki deal-deal yang berbeda satu sama lain. Maksudnya tingkat eksploitasinya berbeda-beda. Ada yang parah dan ada yang parah banget. Gue sempat mendengar ada satu band yang dipotong komisinya sebesar 45% (gross) setelah join dengan manajemen artis major label.

Band baru yang hadir dengan strategi yang brilyan dan sangat berhasil di awal karirnya adalah Samsons yang melakukan master licensing deal dengan Universal Music Indonesia. Mereka membiayai sendiri produksi rekaman dan kemudian menjalin kerjasama promosi & distribusi dengan major label selanjutnya. Ke depannya deal seperti ini nantinya akan menjadi "favorit" para manajer artis (tentu bila mampu).

Pastinya, label rekaman tidak akan menawarkan strategi keji ini kepada band-band lawas /senior karena bargaining position mereka sudah sangat kuat. Selain brand mereka sudah dikenal luas, pengalaman dan pengetahuan bisnis musik yang sangat memadai, fanbase yang kuat juga sangat berpengaruh terhadap positioning mereka di industri musik. Label sendiri kadangkala melihat artis-artis lawas sebagai "uzur," "grace period" atau sudah rendah "selling point"nya.

Itulah kenapa akhirnya label rekaman besar hanya akan memburu band-band/artis baru yang masih hijau, yang minim pengetahuan bisnis musiknya dan belum paham peta/konstalasi industri musik lokal. Selain bakal gampang dibodohi dengan kontrak yang sangat eksploitatif mereka juga akan dipengaruhi iming-iming "fame & fortune" di industri musik. Padahal belum tentu bakal "booming" juga :)

Jika Anda saat ini berada di sebuah band baru dan ditawarkan kontrak rekaman dari major label maka jangan terburu-buru tergiur dulu! Imej bergengsi major label tidak akan banyak memberi keuntungan. Yang terpenting adalah deal-nya, bukan masalah major atau indie label-nya. Pelajari dulu dengan seksama kontraknya, undang pengacara kenalan Anda untuk membedahnya, konsultasi dengan band-band lain yang sudah berpengalaman.

Sudah banyak kasus terjadi sebelumnya. Band-band baru menandatangani kontrak rekaman jangka panjang dengan major label dan akhirnya menyesal. Ketika bandnya booming dan banyak menerima job manggung beberapa ada yang melakukan "resistensi" konyol dengan tidak menyetorkan komisi kepada label sesuai perjanjian. Menjadi konyol karena setelah kontrak rekaman itu ditandatangani maka konsekuensi-konsekuensi di belakangnya seharusnya sudah kita tahu sejak awal. Oleh karena itu jangan ikut mengantri di barisan kebodohan. Empowered yourself!

Cara kerja label juga akan lebih mirip jarum suntik nantinya. Sekali pakai langsung buang, disposable. Artis-artis baru tidak akan ada yang didevelop untuk panjang umur karirnya, mereka hanya akan disupport demi "popularitas maksimal dua atau tiga album saja!" Setelah booming besar dan untung besar, siap-siap menuju ladang pembantaian. Setelah dibantai maka dicari lagi talenta baru. Kalau kita jeli fenomena seperti ini sebenarnya telah terjadi sekarang ini di Indonesia.

Label besar sejatinya nanti hanya akan menjadi pusat manufaktur band! :) Kita tidak akan menemukan lagi band-band awet populer seperti Slank, Gigi, Netral, Dewa19, Naif di masa depan nantinya. Semuanya hanya akan "easy come, easy go!"

Tapi kalo ada yang bilang label membuka manajemen artis bakal membunuh pula profesi manajer artis individual/otonom, gue sama sekali nggak setuju. Gue justru nggak melihat kalau manajer-manajer artis yang independen itu bakal tergusur atau kehilangan pekerjaan. Ini analisa yang terlalu sembrono. It's not the end of the world as we know it :) Negara ini punya lebih dari 200 juta penduduk. Yang pengen jadi artis, bikin band dan gilpop (gila popularitas) setiap harinya pasti bertambah ribuan. Justru segudang talenta ini menjadi market yang sangat potensial bagi manajer-manajer artis untuk dikelola.

Manajemen artis yang individual atau berbentuk firma masih akan sangat dibutuhkan dan berperan penting di sini nantinya. Perkembangan teknologi yang gokil belakangan masih menjanjikan masa depan yang cerah buat band-band yang tidak dikontrak major label lokal/internasional a.k.a indie. Hadirnya MySpace, YouTube, Multiply, Friendster, Ning dan perangkat musik digital lainnya sangat memungkinkan untuk mencetak artis besar via jalur alternatif. The Upstairs sendiri udah membuktikan hal ini sebelumnya.

Apalagi tren terbaru di Amrik dan Inggris sekarang rata-rata artis bernama besar malas memperpanjang kontrak rekaman mereka dan memilih hengkang dari major label. Prince, Madonna, Radiohead, NIN adalah para pelopor "gerakan kembali ke indie" ini. Mereka justru mempercayakan manajemen artis mereka yang independen untuk berfungsi pula sebagai "label rekaman". Cepat atau lambat gue pikir band-band besar di Indonesia akan mengambil langkah yang sama nantinya. Slank, Naif dan Netral malah sudah membuktikannya..... dan mereka cukup berhasil! Salute!

Masih adakah jalan lain? Ada banget! Di dalam negeri sendiri sudah ada yang mempelopori "penggratisan musik." Album rekaman kini telah berubah fungsi menjadi sebuah "marketing tool" untuk menjaring job manggung. Mungkin inilah masa dimana musisi tidak lagi memikirkan royalti rekaman! Bisa jadi kalau teknologi kloning nanti sudah semakin sempurna maka ini berarti ancaman besar! :)

Koil menjadi pionir dengan menjalin kerjasama dengan majalah musik untuk mendistribusikan album terbarunya (Blacklight Shines On) secara gratis. Selain itu mereka juga memberi akses download album gratis via website/mailing list musik. Ide Koil ini memang tergolong baru walau sebenarnya tidak original juga. Prince bulan Juni lalu lebih dulu mengedarkan 3 juta keping album terbarunya secara gratis via Tabloid Sun di Inggris.

Memang perlu dipelajari lebih lanjut lagi apakah strategi "penggratisan musik" ini nantinya bakal merugikan atau malah menguntungkan. Yang pasti band-band baru tidak akan memiliki "keistimewaan" seperti Koil jika mau mengambil strategi serupa.


Yang menarik lagi, sempat ada pertanyaan di bawah ini yang datang ke saya ketika jadi pembicara di sebuah seminar musik di kampus UI beberapa waktu lalu:

Bagaimana dengan marak terjadinya kasus m anager-manager artis individual/otonom yang tidak profesional atau bermasalah? Katakan saja menipu artisnya, melakukan penggelapan keuangan, dsb.

Nah, untuk point di atas sebenernya gue jamin nggak akan terjadi lagi kalau di dalam manajemen artis kita sudah DITERTIBKAN secara organisasi dan administrasinya. Mari kita lihat apakah kita sudah memiliki kontrak tertulis antara manajemen dengan artis yang mengatur kerjasama profesional ini? Apakah peran, hak & kewajiban masing-masing pihak sudah di jabarkan secara rinci? Pemisahan fungsi manajemen sudah diberlakukan? Apakah antar personel band kita sudah memiliki kontrak internal pula? Kalo semua konsolidasi internal ini beres gue jamin masalah-masalah di atas nggak bakal terulang lagi di masa depan.

Oke, sementara begitu aja pandangan gue tentang isyu ini. Memang tulisan ini nggak akan mengubah strategi major label untuk tidak membuka divisi manajemen artis di dalam perusahaan mereka, toh semuanya jadi keputusan bisnis mereka juga. It's their damn business afterall :) Lagipula masih ada juga major label yang tidak memberlakukan strategi dagang ini (paling tidak sementara ini), misalnya seperti Aquarius Musikindo, Universal Music Indonesia.

Yah, minimal kita bisa mencegah regenerasi kebodohan dan berlanjutnya proses pembodohan seperti ini sekarang juga.

Gue sangat berterimakasih kalo ada teman-teman yang mau memforward atau menyebarluaskan tulisan ini agar dibaca lebih banyak artis-artis baru yang berniat mempertaruhkan masa depan dan karir mereka sebagai musisi. Jangan biarkan mereka dirampok!

Hope we could make real changes together.

For better, not worst...."

Jumat, 04 April 2008

Mengenal dan Kenalilah diri ANDA … !!!


Dikehidupan ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi di dunia ini di hari yang akan datang…! Apakah itu statement yang dimiliki oleh setiap Individu…? Ataukah itu hanya paradigma-paradigma kuno yang membuat kita tidak percaya akan TAKDIR KITA…!

Kita sebagai individu seharusnya menyadari dan mensyukuri nikmat hidup yang telah diberikan olehNYA…, karena jauh sebelum bumi ini diciptakan Alloh telah membuat suatu lembaran hidup setiap mahluk hidup yang diciptakannya, dan semua itu sama tanpa ada perbedaan antara satu dengan yang lainnya….boleh PERCAYA boleh TIDAK…!

Kadang dalam kehidupan kita sehari-hari kita selalu merasa ada perbedaan antara kita dengan yang lainnya…, padahal itu hanyalah suatu perasaan yang mengalir dalam darah kita dimana kita sendiri yang membuat perbedaan itu terjadi, dimana sebenarnya dalam tubuh kita ini terdiri dari organ-organ yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya, dan organ yang terpenting dari tubuh kita adalah OTAK, tahukah anda bahwa otak itu yang sangat berperan dalam mengatur segala rasa dalam tubuh anda, dan kekuatan otak anda itu jauh lebih canggih 100 kali lipat, atau bahkan lebih dari sebuah computer tercanggih yang ada dimuka bumi ini, PERCAYAKAN ANDA…?

Saya pribadi sangat percaya hal itu, dan saya nyakin sebagian dari anda ada yang setuju dengan pandangan saya, karena mungkin anda pernah mendengar dari salah satu mentalis top di negara kita ini bahwa kekuatan yang paling kuat dalam kehidupan anda adalah KEKUATAN PIKIRAN anda, kenapa beliau berkata seperti itu dan kenapa saya setuju dengan statement beliau, karena saya mencoba dan mengalami hal tersebut apakah anda ingin TAU…?

Mulai sekarang anda harus selalu berfikir positive dan percaya bahwa sebenarnya apa yang orang lain miliki sebenarnya anda juga memiliki hal yang sama dengan orang tersebut, dan bagaimana caranya agar anda bisa memanage hal tersebut sesuai dengan yang anda harapkan, mudah…! Anda harus nyakin dengan apa yang anda miliki dan anda harus selalu positive thinking dengan apa yang akan anda lakukan.

Intinya adalah kita harus selalu percaya diri dengan apa yang kita miliki dan jangan pernah ada kata menyerah sebelum berperang, ikuti kata hati anda bicara, kadang sesuatu yang LOGIK itu belum tentu benar, dan kadang sesuatu yang kita pikirkan TIDAK MUNGKIN, akan menjadi mungkin, semoga ini bermanfaat bagi anda yang membacanya…..wassalammmm…..bersambung...

Manusia Super di Jembatan Setia budi


Sekedar berbagi cerita orang orang super dalam keindahan Hari ini,
Siang ini February 6, 2008, tanpa sengaja saya bertemu dua manusia super mereka mahluk mahluk kecil, kurus ,kumal berbasuh keringat. Tepatnya diatas jembatan penyeberangan setia budi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.
Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka Dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

Kaki- kaki kecil mereka menjelajah lajur lain diatas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi- lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok disudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan kearah dalam kantong itu, duapertiga terisi tissue putih berbalut
Plastik transparan .

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama Dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita , senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta. " Terima kasih ya mbak, semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama sang wanita merogoh tasnya Dan mengeluarkan uang sejumlah
Sepuluh ribu rupiah .

" Maaf, nggak Ada kembaliannya, Ada uang pas nggak mbak ? " mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Is wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

" Oom boleh tukar uang nggak, receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka . Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana Dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .

" Nggak punya, tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya, dik !" sambil berbalik badan Dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.

Anak ini terkesiap, IA menyambar uang empat ribuan saya Dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut Dan meletakkannya kegenggaman saya yang masih tetap berhenti, lalu IA mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Is wanita kaget , setengah berteriak IA bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka
Berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak cuma Ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima siwanita karena sikecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya Dan mereka, uang sepuluh ribu digenggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. Mereka menghampiri saya Dan berujar " Oom, bisa tunggu ya, saya kebawah dulu untuk tukar uang ketukang ojek !" " eeh ..nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, IA menerimanya tapi terus berlari kebawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek.
Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya "Nanti dulu Oom , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa, itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Oom, itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras.
" Sudah ..saya Ikhlas, mbak tadi juga pasti ikhlas ! Saya berusaha membargain, namun IA menghalangi saya sejenak Dan berlari keujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga IA meraih kantong plastik hitamnya Dan berlari kearah saya.
" Ini deh Oom, kalau kelamaan, maaf .." IA memberi saya delapan pack tissue.
" Buat apa ?" saya terbengong.
" Habis teman saya lama sih Oom, maaf tukar pakai tissue aja dulu" walau dikembalikan IA tetap menolak ..

Saya tatap wajahnya , perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, IA tetap kukuh menutup rapat tas plastic hitam tissuenya beberapa saat saya mematung di sana sampai sikecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu Dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Oom.....mereka kembali keujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya , kali aja ketemu lagi ntar Kita kembaliin... " percakapan itu sayup sayup menghilang, saya terhenyak Dan kembali kekantor dengan seribu perasaan.

Tuhan....... Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya terenyuh, mereka berbalut baju lusuh tapi hati Dan kemuliaan mereka sehalus sutra, mereka tahu hak mereka Dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta-minta melainkan bekerja dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang bahkan belum baligh, memiliki kemuliaan diumur mereka yang begitu belia.
YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO ( Engkau hanya semulia yang kau kerjakan )
"Usia memang tidak menjamin Kita menjadi bijaksana, kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"

Original Post : Aryadi N SM 0304 QHSE Manager I BHM Corp I